Monday, November 29, 2010

Pemuda, Sang Pilar Kebangkitan Umat


Oleh : Andriansyah
(Ketua Umum Birohmah Unila)

Pemuda, pergerakan dan peradaban adalah tiga kata yang tidak pernah terlepas dari yang namanya perubahan. Pemuda memiliki peran yang sangat sentral dalam pergerakan sebuah bangsa, atau yang lebih kita kenal dengan kebangkitan sebuah bangsa. Begitupun dengan Negara kita ini dimana the founding father-nya juga adalah para pemuda yang senantiasa bereksperimen untuk melahirkan ide-ide besar sehingga lahirlah kemerdekaan Indonesia.Bangsa manapun, Negara manapun dapat kita nilai kemajuan atau kemundurannya dari kualitas generasi mudanya, karene pemuda adalah pilar kebangkitan dan kemajuan sebuah bangsa.

Sudah lebih dari seabad hari sumpah pemuda telah berlalu. Dan kini kita akan dihadapkan kembali dengan momentum hari sumpah pemuda, hari dimana para pemuda mencoba untuk mengeliminasi sekat-sekat pembeda menjadi sebuah kekuatan dengan menjadi satu kata, persatuan. Sungguh menakjubkan, kondisi bangsa padaa waktu itu yang masih kental dengan nuansa kedaerahan ( jong java, jong Celebes, jong ambon, dll), namun mampu membuat terobosan dengan mengakui bahwa kita berbangsa satu, berbahasa satu dan bertanah air yang satu. Tak pelak, ini menjadi sebuah peristiwa yang sungguh menyejarah dalam sejarah perpolitikan bangsa.
Lalu, bagaimana perspektif islam dalam memandang para pemuda?. Jawabannya sangatlah jelas bahwa islam memandang pemuda adalah benar-benar sebagai asgent of change( agen perubahan), iron stock(cadangan masa depan) dan social control(control sosial), mungkin secara ringkas terangkum dalam kata agent of civilization (arsitek peradaban). Kita dapat melihat contoh dari rasululloh dan para sahabatnya, mereka benar-benar menjadi arsitek peradaban pada waktu itu. So, menjadi arsitek peradaban adalah sebuah keharusan bagi seluruh pemuda islam. Tentu kita juga masih ingat pesan dari imam syahid Hasan al Banna, beliau pernah mengatakan bahwa sungguh banyak kewajiban kita para pemuda terhadap umat ini. Mengapa kita yang memikul tanggungjawab besar terhadap umat ini? Terhadap bangsa dan Negara ini?. Saudarakun bukankah para pemudalah yang memiliki potensi intelektualitas (fikriyah), potensi semangat (hamasah) dan potensi fisik (jasadiyah), sehinggga wajar jika beban itu ada dipundak kita.
Marilah kkita siapkan diri kita menjadi arsitek peradaban yang akan mengubah dunia ini, janganlah    berhenti berjuang dan bekerja karena kitalah harapan negeri ini. Jika Sukarno berkata, “beri aku sepuluh pemuda maka akan ku ubah dunia”, maka kitalah para pemuda itu! Selamat berjuang..Selamat hari sumpah pemuda!.                                                                                                                                                                

No comments:

Post a Comment